Dakwah itu apa sih?
Dakwah? 6 huruf yang memiliki arti luas
tetapi pada dasarnya makna dakwah hanya ada satu tujuan yaitu
mengajak, menyeru manusia untuk selalu di Jalan Allah. Menjadi salah satu
bagian dari dakwah kita tak perlu menunggu sebuah kesiapan, tanpa disadari saat
menyampaikan satu kalimat ajakan dari secuil kebaikan kepada teman kita maka
saat itulah dakwah telah mengalir.
Seringkali dakwah yang kita lakukan seolah
tak terlihat hasilnya bahkan dipandang sebelah mata hingga kita merasa bahwa
dakwah ini sia-sia, padahal kita melakukannya bukan untuk hasil, tapi karena
Allah. Maka cukuplah bagi kita meluruskan niat dan membenarkan amal, ikhlas
karena Allah dan sesuai dengan syariat Islam.
Ada beberapa metode dakwah yang bisa kita
lakukan menurut syariat:
1. Dakwah Fardiyah: Sebuah metode dakwah yang kita lakukan kepada orang lain
(satu orang) atau beberapa orang dalam jumlah yang kecil dan terbatas.
2. Dakwah Ammah: Sebuah metode dakwah yang kita lakukan dengan media yang
ditujukan kepada orang banyak. Adapun media dakwah yang pertama dakwah
bil-lisan pesan dakwah melalui lisan (khutbah contohnya atau kita berkomunikasi
langsung dengan objek dakwah). Media dakwah yang kedua dakwah bil-haal pesan
dakwah yang mengedepankan perbuatan nyata yang kita lakukan menjadi uswah bagi
orang lain. Kemudian media dakwah yang ketiga pun kita bisa ber-dakwah
bit-tadwin (melalui tulisan), baik dengan menulis di sosial media,
buletin, poster, mading, atau buku.
Beberapa keutamaan dakwah yang perlu kita
ketahui:
1. Dakwah menjadi utama karena dakwah adalah tugas para Rasul.
2. Dakwah menjadi utama karena dakwah adalah sebaik-baik amal.
3. Dakwah menjadi utama karena dengan berdakwah kita sebagai seorang muslim
meraih pahala yang teramat besar.
4. Dakwah menjadi utama karena dapat menyelamatkan kita dari azab Allah Swt
dan pertanggungjawaban di Akhirat.
5. Dakwah menjadi utama karena dakwah adalah jalan menuju terbentuknya ummat
yang terbaik.
Dengan demikian berarti kita sedang
menjalani kehidupan rabbaniyyah dan kehidupan yang penuh dengan
keberkahan. Dakwah bukan sebuah beban, dakwah bukan sebuah tuntutan,
dakwah bukan sebuah keterpaksaan, dakwah adalah sebuah ketulusan dan
keikhlasan, bersabarlah dalam dakwah.
Sabda Rasulullah saw kepada Ali bin Abi Thalib: “Demi
Allah, sesungguhnya Allah swt menunjuki seseorang dengan (dakwah)mu maka itu
lebih bagimu dari unta merah.” (HR. Bukhari, Muslim & Ahmad).
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk
manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan
beriman kepada Allah. (Ali Imron: 110)
Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang
yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata:
"Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (Al Fussilat:
33)
(Rabizah Aminah, mas’ulah LDKS FDI 2017/2018)
Dakwah? 6 huruf yang memiliki arti luas
tetapi pada dasarnya makna dakwah hanya ada satu tujuan yaitu
mengajak, menyeru manusia untuk selalu di Jalan Allah. Menjadi salah satu
bagian dari dakwah kita tak perlu menunggu sebuah kesiapan, tanpa disadari saat
menyampaikan satu kalimat ajakan dari secuil kebaikan kepada teman kita maka
saat itulah dakwah telah mengalir.
Seringkali dakwah yang kita lakukan seolah
tak terlihat hasilnya bahkan dipandang sebelah mata hingga kita merasa bahwa
dakwah ini sia-sia, padahal kita melakukannya bukan untuk hasil, tapi karena
Allah. Maka cukuplah bagi kita meluruskan niat dan membenarkan amal, ikhlas
karena Allah dan sesuai dengan syariat Islam.
Ada beberapa metode dakwah yang bisa kita
lakukan menurut syariat:
1. Dakwah Fardiyah: Sebuah metode dakwah yang kita lakukan kepada orang lain
(satu orang) atau beberapa orang dalam jumlah yang kecil dan terbatas.
2. Dakwah Ammah: Sebuah metode dakwah yang kita lakukan dengan media yang
ditujukan kepada orang banyak. Adapun media dakwah yang pertama dakwah
bil-lisan pesan dakwah melalui lisan (khutbah contohnya atau kita berkomunikasi
langsung dengan objek dakwah). Media dakwah yang kedua dakwah bil-haal pesan
dakwah yang mengedepankan perbuatan nyata yang kita lakukan menjadi uswah bagi
orang lain. Kemudian media dakwah yang ketiga pun kita bisa ber-dakwah
bit-tadwin (melalui tulisan), baik dengan menulis di sosial media,
buletin, poster, mading, atau buku.
Beberapa keutamaan dakwah yang perlu kita
ketahui:
1. Dakwah menjadi utama karena dakwah adalah tugas para Rasul.
2. Dakwah menjadi utama karena dakwah adalah sebaik-baik amal.
3. Dakwah menjadi utama karena dengan berdakwah kita sebagai seorang muslim
meraih pahala yang teramat besar.
4. Dakwah menjadi utama karena dapat menyelamatkan kita dari azab Allah Swt
dan pertanggungjawaban di Akhirat.
5. Dakwah menjadi utama karena dakwah adalah jalan menuju terbentuknya ummat
yang terbaik.
Dengan demikian berarti kita sedang
menjalani kehidupan rabbaniyyah dan kehidupan yang penuh dengan
keberkahan. Dakwah bukan sebuah beban, dakwah bukan sebuah tuntutan,
dakwah bukan sebuah keterpaksaan, dakwah adalah sebuah ketulusan dan
keikhlasan, bersabarlah dalam dakwah.
Sabda Rasulullah saw kepada Ali bin Abi Thalib: “Demi
Allah, sesungguhnya Allah swt menunjuki seseorang dengan (dakwah)mu maka itu
lebih bagimu dari unta merah.” (HR. Bukhari, Muslim & Ahmad).
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk
manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan
beriman kepada Allah. (Ali Imron: 110)
Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang
yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata:
"Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (Al Fussilat:
33)
(Rabizah Aminah, mas’ulah LDKS FDI 2017/2018)
Dakwah? 6 huruf yang memiliki arti luas
tetapi pada dasarnya makna dakwah hanya ada satu tujuan yaitu
mengajak, menyeru manusia untuk selalu di Jalan Allah. Menjadi salah satu
bagian dari dakwah kita tak perlu menunggu sebuah kesiapan, tanpa disadari saat
menyampaikan satu kalimat ajakan dari secuil kebaikan kepada teman kita maka
saat itulah dakwah telah mengalir.
Seringkali dakwah yang kita lakukan seolah
tak terlihat hasilnya bahkan dipandang sebelah mata hingga kita merasa bahwa
dakwah ini sia-sia, padahal kita melakukannya bukan untuk hasil, tapi karena
Allah. Maka cukuplah bagi kita meluruskan niat dan membenarkan amal, ikhlas
karena Allah dan sesuai dengan syariat Islam.
Ada beberapa metode dakwah yang bisa kita
lakukan menurut syariat:
1. Dakwah Fardiyah: Sebuah metode dakwah yang kita lakukan kepada orang lain
(satu orang) atau beberapa orang dalam jumlah yang kecil dan terbatas.
2. Dakwah Ammah: Sebuah metode dakwah yang kita lakukan dengan media yang
ditujukan kepada orang banyak. Adapun media dakwah yang pertama dakwah
bil-lisan pesan dakwah melalui lisan (khutbah contohnya atau kita berkomunikasi
langsung dengan objek dakwah). Media dakwah yang kedua dakwah bil-haal pesan
dakwah yang mengedepankan perbuatan nyata yang kita lakukan menjadi uswah bagi
orang lain. Kemudian media dakwah yang ketiga pun kita bisa ber-dakwah
bit-tadwin (melalui tulisan), baik dengan menulis di sosial media,
buletin, poster, mading, atau buku.
Beberapa keutamaan dakwah yang perlu kita
ketahui:
1. Dakwah menjadi utama karena dakwah adalah tugas para Rasul.
2. Dakwah menjadi utama karena dakwah adalah sebaik-baik amal.
3. Dakwah menjadi utama karena dengan berdakwah kita sebagai seorang muslim
meraih pahala yang teramat besar.
4. Dakwah menjadi utama karena dapat menyelamatkan kita dari azab Allah Swt
dan pertanggungjawaban di Akhirat.
5. Dakwah menjadi utama karena dakwah adalah jalan menuju terbentuknya ummat
yang terbaik.
Dengan demikian berarti kita sedang
menjalani kehidupan rabbaniyyah dan kehidupan yang penuh dengan
keberkahan. Dakwah bukan sebuah beban, dakwah bukan sebuah tuntutan,
dakwah bukan sebuah keterpaksaan, dakwah adalah sebuah ketulusan dan
keikhlasan, bersabarlah dalam dakwah.
Sabda Rasulullah saw kepada Ali bin Abi Thalib: “Demi
Allah, sesungguhnya Allah swt menunjuki seseorang dengan (dakwah)mu maka itu
lebih bagimu dari unta merah.” (HR. Bukhari, Muslim & Ahmad).
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk
manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan
beriman kepada Allah. (Ali Imron: 110)
Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang
yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata:
"Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (Al Fussilat:
33)
(Rabizah Aminah, mas’ulah LDKS FDI 2017/2018)
Komentar
Posting Komentar