Makna Kehidupan Mendulang Mutiara di Dalam nya
Ada yang bilang, hidup itu bagai roda
yang berputar. Terkadang berada di atas, kemudian berada di bawah. Begitupun
sebaliknya. Dan saat kita merasa jatuh ke titik terendah dalam hidup, pasti hal
yang paling seringterlintas adalah menyerah. Putus asa.
Kau tahu? Menyerah bukan jalan pintas menuju destinasi akhir kita!
Kau tahu? Menyerah bukan jalan pintas menuju destinasi akhir kita!
Setiap kali kita tertimpa masalah,
setiap kita terjatuh, setiap kali merasa gagal, kekecewaan tentu timbul dalam
hati kita. Marah. Sedih. Menyesal. Segala luapan emosi negatif berkumpul jadi
satu. Lalu mengundang akal untuk memilih jalan pintas termudah alias menyerah.
Hei! Udah napas belom? Jangan asal
menyerah gitu, dong! Nanti bukannya selesaikan masalah, malah makin susah lagi.
Terus, gimana dong?
Setelah kita merasa lelah dengan
emosi kita sendiri, hal yang paling kita butuhkan adalah istirahat. Ya,
istirahatkan sejenak pikiran dan tubuh kita. Melakukan hal-hal yang kita sukai,
tertawa bersama teman, bahkan berkumpul dengan keluarga bisa kita lakukan untuk
beristirahat dari kepenatan yang ada.
Namun, jangan terlalu terlena dengan
ketenangan dalam masa istirahat kita. Masalah yang tadi butuh diselesaikan,
guys! Kalau kelamaan bisa berkerak, berjamur, berlumut, lama-kelamaan jadi
karat, nah loh? Nggak lebay juga, sih. Yang jelas dia butuh penyelesaian dan
kepastian. Cepat bangkit dan hadapi kenyataan!
Capek banget, tahu! Rasanya udah
nggak sanggup lagi. Biarin aja, deh.
Saat pemikiran seperti itu lewat,
waspadalah! Itu awal mula dari menyerah! Jangan sampai kita jatuh lebih dalam
lagi dan berputus asa secara penuh. Pasrah sebelum berusaha sampai akhir.
Saat hal itu terjadi, maka kita
membutuhkan alasan untuk bertahan. Kita butuh motivasi untuk terus berusaha.
Kita perlu mencoba banyak cara.
Pertama-tama, yang paling mudah
dilakukan, lihatlah ke sekitar. Sebenarnya, kita bukan orang yang paling
menderita kok. Masih banyak orang yang lebih sulit ujiannya. Masih banyak orang
yang merangkak menghadapi sulitnya kehidupan. Mungkin kita butuh bersyukur
dengan lebih baik. Lihatlah nikmat yang kita dapat, lihatlah anugerah-Nya yang
kita punya, bukankah itu lebih besar dari masalah yang kita miliki?
Yang kedua, lihatlah orang-orang yang
kita sayangi. Keluarga, teman dekat, mereka semua selalu mendukungmu. Terutama
ayah dan ibu. Mereka bahkan sudah berjalan sejauh ini demi kita. Tidakkah kita
juga harus terus bertahan demi mereka?
Kemudian, kita harus merubah mindset
diri sendiri. Yakinlah kalau kita pasti bisa. Percaya bahwa akan ada jalan bagi
yang mencarinya. Sesungguhnya akan ada kemudahan sesudah kesulitan. Namun,
semua itu hanya akan terjadi jika kita tetap berusaha. Bertahan menahan segala
beban yang ada. Menerjang halang rintang yang membentang.
Yang terakhir, tapi tak kalah
penting, kita harus terus berdoa. Meminta kekuatan dari-Nya. Memohon agar
dikuatkan untuk menghadapi segala yang terjadi. Mengharap keteguhan hati dari
sang Maha Pembolak-balik Hati.
Sisanya, kita hanya perlu berjalan
menghadapi masalah yang datang. Berusaha mengurainya dengan perlahan.
Merangkak, berjalan, tertatih, hingga akhirnya kita dapat berlari lagi setelah
menyelesaikan masalah yang menghalangi tujuan kita. Kembali mengejar cita dan
asa yang sempat tertunda.
Jangan sampai sebuah masalah yang
bisa jadi tak sebesar yang kita kira itu menggalangi atau bahkan membuat kita
kembali ke garis start. Meninggalkan setiap perjalanan yang telah kita lalui.
Mengundang penyesalan yang selanjutnya.
Bertahanlah. Karena kita mampu untuk
itu. Karena Allah tak akan memberi ujian di luar kemampuan hamba-Nya. Karena
kita sanggup untuk bangkit dan melanjutkan perjalanan kita.
Jika kita sedang berhadapan dengan
masalah, maka bertahanlah. Berdoalah pada-Nya. Mintalah sebanyak mungkin.
Keluhkan semuanya. Sesungguhnya Allah akan mengabulkan doa hamba-hamba-Nya.
Semoga kita selalu berada dalam
lindungan-Nya.
Wallahu a'lam
Oleh: Yasmin Azzuhri
Komentar
Posting Komentar