Ketika Mahasiswa Diterpa Amanah Dakwah?
Oleh: Juwika Afrita_Divisi Keilmuan LDKSFDI “Lembaga Dakwah Kampus Fakultas Dirasatislamiyyah”
Hallo
semua…
Kembali
lagi di blog dakwah kita tercinta,
Bagaimana
kabarnya? Semoga dalam keadaan sehat, sehat imannya, sehat jasmaninya dan sehat
finansialnya hehe.
Kita
di sini akan sekedar berbagi bagaimana dan apa saja rintangan yang dialami oleh
para mahasiswa yang mengemban amanah dakwah bertitelkan visi memperluas syi’ar
Islam dikalangan mahsiswa perkuliahan. Kali ini kita akan bercerita mengenai
beberapa amanah yang diampu oleh para mahasiswa, kira-kira bagaimana ya
rasanya? Menjadi mahasiswa golongan akademis yang mengemban
amanah dakwah sekaligus kegiatan-kegiatan yang mengusung persaudaraan dan
kajian Rohani keislaman.
Dari zaman
rasullullah kesulitan dan rintangan dalam berdakwah sudah intens dialami
sejak awal misi perjalanan dakwah beliau, berbagai respon dan kritikan datang
dari semua kalangan, hujatan, cacian dan berbagai tindakan kasar menentang
dakwah yang beliau syi’arkan kepada Masyarakat kala itu.
Berangkat dari kisah Rasulullah, amanah dan visi yang sama juga diemban
oleh para kumpulan mahasiwa dalam sebuah lembaga dakwah. Meski terbilang jarak
masa yang bertahun lamanya namun esensi dan visi yang sama tetaplah
mensyi’arkan agama Allah.
Mungkin mereka pernah gempar dengan
berbagai tumpuk tugas dan amanah tersebut, jiwanya diperteguh dan dikuatkan oleh kalimat “Balas dendam terbaik
adalah dengan menjadikan dirimu lebih baik” membuat para
mahsiswa berkaca-kaca
dalam merenungi mahligai dan tumpukan amanah yang dibebankan kepada pundaknya.
Mereka yang dari berbagai latar
belakang pendidikan mengambil peran dan amanah tersebut, berharap upaya dan
harapan dari visi tersebut dapat terimplementasikan dalam esensi keagamaan dan
syari’at dalam agama.
Mengingat berbagai janji yang
termaktub dalam Qur’an Surat Maryam ayat 96:
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَيَجْعَلُ لَهُمُ
الرَّحْمَٰنُ وُدًّا
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak
Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.”
Cinta dan kasih sayang yang membuat mereka kian konsisten dalam merajut rangkain
perjalanan. Tentunya rintangan dan rasa kesal kerab ada, melihat beberapa kader
yang kian hari tertawan pergi dari ranah perjalanan.
Dan perjalanan yang kian rumit dan nampak sukar ditempuh, manusia dengan
segala kelemahannya butuh diingatkan dan ddiberrikan perhatian. Jika tidak
tentu jiwanya bisa terasa hampa.
Mari berjuang lagi, saampai dakwah tersampaikan perlahan dan menjadi
penawar hati-hati yang kian melemah dan hampir rapuh.

Komentar
Posting Komentar