Keunikan dan Keistimewaan Bahasa Arab
Bahasa Arab merupakan salah satu dari rumpun bahasa semit selain bahasa Ibrani,
Amhar, Tigrinya, Suryani, Akadia dan beberapa bahasa lainnya. Kata semit
sendiri berasal dari bahasa Latin semita atau shem yang berarti Sam, Sem atau
Syam. Sam merupakan salah satu dari keturunan Nabi Nuh selain Ham (Hemit),
Yafit (Aramiyah) dan Kanaan. Jika dibandingkan dengan bahasa lainnya dalam
rumpun bahasa semit, bahasa Arab merupakan bahasa yang paling terjaga
keasliannya. Beberapa pakar kebahasaan mengungkapkan bahwa alasan keaslian
bahasa Arab dikarenakan bahasa ini mengalami perkembangan pada tempat terdahulu
bagi bangsa Sam (semit) yang masih terjaga dan tidak banyak dipengaruhi oleh
bangsa luar oleh karena orang-orang Arab terdahulu tidak banyak bercampur
dengan bangsa-bangsa selainnya, sehingga bahasa Arab tidak banyak terpengaruh
dan tercampur dengan bahasa-bahasa asing dan tidak ada cara lain untuk dapat
menjauhkan bahasa Arab dari keasliannya.
Keaslian bahasa Arab menjadikan
bahasa ini memiliki keunikan dan keistimewaan tersendiri. Semenjak bahasa Arab
mulai berkembang di tanah Hijaz yang dituturkan oleh Nabi Ismail dan hingga
dituturkan pula oleh orang-orang pada masa ini dengan jangka waktu yang telah
berkurun abad lamanya, bahasa Arab masih mempertahankan keasliannya. Keaslian
bahasa Arab inilah yang pula menjadikan bahasa ini sebagai bahasa diturunkannya
Al Qur’an. Bilamana dibandingkan dengan bahasa-bahasa dunia lainnya, keaslian
merupakan keunggulan tersendiri bagi bahasa Arab. Bahasa Melayu yang dituturkan
oleh Hang Tuah pada abad ke-15 sudah berbeda dari apa yang dituturkan oleh
kebanyakan orang Melayu abad ini. Bagitupun dengan bahasa Hindi yang berkembang
di India Utara yang telah mengalami banyak perubahan semenjak masuknya
kesultanan Mughal jika dibandingkan dengan jutaan penuturnya yang kala ini
berada di India. Namun, bahasa yang dituturkan oleh Nabi Muhammad Saw. 14 abad
silam dengan apa yang dituturkan oleh para penuturnya kala ini masih terjaga
keasliannya, hal ini bermakna apa yang dituturkan oleh para penuturnya dalam
kurun 14 abad bahkan lebih tidak banyak mendapati perubahan yang signifikan
sehingga merubah keaslian bahasanya.
ASPEK KEUNIKAN DAN KISTIMEWAAN
BAHASA ARAB
Bahasa Arab bukan hanya unggul setelah
mendapatkan jaminan oleh karena diturunkannya Al Qur’an dengan menggunakan
bahasa ini. Namun jauh sebelumnya, bahasa Arab telah tampil menawan dengan
keunikan sistem fonologi, sintaksis dan morfologi yang dimilikinya. Keunikan
ini memberikan peluang yang lebih besar setelah Al Qur’an diturunkan untuk
dapat selalu terjamin keterjagaannya dari pengaburan ataupun kepalsuan bahasa
yang dapat memudarkan keasliannya. Allah S.W.T telah berfirman dalam surah
al-Zukhruf ayat 3 :
"Sesungguhnya Kami menjadikan
Al Quran dalam bahasa Arab supaya kamu memahami(nya)."
Selain ayat dalam surah al-Zukhruf
ini, terdapat pula beberapa ayat dalam surah lain yang menegaskan hal yang
serupa antara lain: surah Yusuf ayat 2, al-Ra’d ayat 37, Taha ayat 113,
al-Zumar ayat 28, Fussilat ayat 3, al-Syuura ayat 7 dan al-Ahqaf ayat 12.
Beberapa keistimewaan lain yang dimiliki oleh bahasa Arab adalah:
1. Melimpahnya Khazanah Kosa Kata
Bahasa Arab
Bahasa Arab sungguh kaya dengan
khazanah kebahasaan yang dimilikinya. Jika diamati dari sudut kosa-katanya,
sungguh dapat dengan mudah ditemukan bahwa satu kata dalam bahasa Arab, dapat
bermakna banyak dan menunjukkan variasi dalam hal semantiknya. Misalnya saja
dalam kata ‘nafs’ dapat bermakna: jiwa, ruh, batin, diri, pribadi, esensi, zat,
alami, dan menunjukkan sebuah kesamaan. Contoh lainnya adalah kata ‘shohib’
dapat bermakna: seorang teman maupun seorang pemilik, tergantung dari kata apa
yang membersamainya. Sohibul minzar bermakna sang pemilik kacamata, sohibul
badr bermakna orang yang mengikuti perang badar, sohibu zawiyyah: orang yang
mendiami sisi pojok, sohibu Ali: sahabat Ali, sohibu sa’adah bermakna sang
pemilik kemuliaan dan lain sebagainya. Dapat dilihat pula keunikan bahasa Arab
dalam pengungkapan suatu kata dengan kata-kata yang beragam. Contohnya adalah
kata pedang, yang dalam bahasa Arab diartikan dengan: sayf, husaam, syiis atau
kata gandum yang berarti: qamh, hintoh, dukhn dan sya’ir yang tiap katanya
menunjukkan perbedaan jenis gandum yang diartikan.
2. Bahasa Arab Memiliki Kaidah
Analisis Struktur Kata yang Padu
Dengan ragam kosa-kata yang
dimiliki oleh bahasa Arab, beberapa kosa-kata yang telah berpadu dengan kata
lainnya dapat menciptakan sebuah struktur klausa. Dalam bahasa Arab sendiri,
terdapat sebuah anlisis struktur klausa (i’rab) yang dapat berubah yang
disebabkan oleh perubahan suatu fungsian perkataan. Perubahan ini dapat
dikenali dengan melihat baris-baris akhir sebuah perkataan tertentu. Perubahan
i’rab memberikan informasi terjadinya perubahan maksud suatu perkataan.
Keunikan sistim analisis struktural kata yang demikian, tidaklah dijumpai pada
bahasa-bahasa dunia manapun. Sebagaimana contoh berikut, kata “asadun” (singa)
seperti di beberapa struktural klausa tertentu dapat dibaca dengan asadun,
asadan dan asadin, perbedaan tersebut menegaskan perbedaan kedudukan kata
asadun pada tiap kalimatnya, seperti:
خَرَجَ أَسَدٌ : Singa telah keluar.
أُخْرِجُ أَسَدًا : Saya mengeluarkan seekor
singa.
أَخْرُجُ مَعَ أَسَدٍ : Saya keluar bersama singa.
Kata asad pada struktur klausa
yang pertama dibaca asadun dengan harakah dommah apabila kata ini berada pada
pola kata nominatif (marfu’), struktur klausa yang berubah tersebut
memposisikan kata asad sebagai subjeknya. Sedangkan yang kedua dibaca dengan
asadan bilamana berada pada pola kata akusatif (mansub) yang memposisikan kata
asad sebagai objek. Pada kata yang ketiga dibaca dengan asadin apabila berada
pada pola kata genitif (majrur). Dapat pula ditemukan keunikan lainnya dalam
pola kata yang menunjukkan gender maskulin (mudzakkar) dan feminin (muannats),
serta penggunaan kata yang menunjukkan bilangan; tunggal (mufrod), duaan
(mutsanna) dan jamak (mudzakkar) apabila dimasukkan ke dalam struktur sebuah
kalimat, dapat menimbulkan perubahan i’rab yang berbeda pula, bagi kata
tersebut, maupun bagi kata lainnya.
Di samping dua keunikan tersebut,
keunikan maupun keistimewaan yang terdapat dalam bahasa Arab masih sangatlah
berlimpah, jika berbicara dari segi fonetik atau kajian bunyi suatu bahasa,
bahasa Arab memiliki fon (shaut) yang tidak dimiliki oleh bahasa lainnya yaitu
adalah fon “dhaad” ض, oleh sebab demikian,
bahasa Arab juga kerap disebut sebagai lughatud dhaad. Dari aspek lainnya,
masih terdapat keunikan dalam sintaksis (nahwu) dan morfologi (sharf) bahasa
Arab. Pada akhirnya, keunikan dan keistimewaan yang banyak tersebut akan
mengantarkan kita untuk sejenak merenungi kembali apa yang telah Allah
firmankan dalam surah al-Zukhruf ayat 3 yang telah dituliskan di muka,
“Sesungguhnya Kami menjadikan Al Quran dalam bahasa Arab supaya kamu
memahami(nya).” Bukan hanya sekedar memahami, namun lebih untuk merenungi
rahasia yang tersimpan di dalamnya. Wallahu a’lamu bisshawab
(Muhammad Difa El Haq, laki-laki
kelahiran Tangerang 9 September 1996. Seorang mahasiswa Fakultas Dirasat
Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan mahasantri Darus-Sunnah I.I.H.S.
Ia menamati pendidikan aliyah nya di Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor
(PMDG) di tahun 2014. Sekarang aktif mengajar bahasa Arab di Pondok Pesantren
al-Quraniyyah dan mengajar di bimbel Ar-Raziin untuk para calon santri PMDG.)
Komentar
Posting Komentar