Tantangan Dakwah Kampus

Dakwah merupakan suatu kewajiban bagi setiap muslim untuk mengajak
muslim yang lain untuk menjalankan sesuatu yang ma’ruf dan mengajak untuk meninggalkan yang mungkar. Dakwah di dalam al-quran telah dijelaskan bahwa ini merupakan kegiatan yang mulia dan harus dilakukan secara menyuluh dengan jalan yang baik.

   Dakwah tidak hanya sebatas kegiatan yang sifatnya formal diatas mimbar atau dimasjid saja. Namun terlebih dari itu, dakwah bisa dikembangkan dengan kegiatan-kegiatan yang bisa digabungkan dengan kegiatan umum lainnya seperti dakwah dengan olah raga, belajar, lagu, dll.

   Kampus merupakan suatu tempat berkumpulnya para akademisi yang porsi
dakwahnya juga harus disesuaikan dengan kelasnya. Ketika dakwah disampaikan kepada mahasiswa dan dosen caranya sangat jauh berbeda ketika dakwah disampaikan kepada masyarat umum yang notabene tidak akademisi.

   Dakwah di dalam kampus merupakan dakwah yang mempunyai ruang yang bagus dan juga tantangan yang lebih berarti. Simpelnya mengajak mahasiswa untuk solat itu merupakan sebuah dakwah yang bisa dijalankan oleh setiap mahasiswa dengan mudah dan juga susah karena medan dakwah kita adalah orang yang sama-sama tahu tentang pemahaman dalam hal itu. Terlebih lagi ketika dakwah di Universitas Keagamaan yang mana permasalahan agama sudah menjadi makanan sehari-hari bagi mereka. Bahkan kita bisa didebat dalam masalah itu sehingga dalam berdakwah di kampus juga butuh seorang dai yang kompeten dan paham akan materi dakwah yang disampaikan sehingga tidak dipermainkan dan diolok-olok.

   Tantangan dalam dakwah kampus juga merupkan nilai plus bagi dai karena semakin besarnya tantangan dakwah maka juga kan semakin besar ganjaran yang akan diberikan oleh Allah. Maka dakwah dalam lingkungan kampus harus tetap berjuang dan semangat sehingga nilai-nilai agama itu sendiri tidak hilang di lingkungan yang agamis.

   Dalam dakwah kampus tidak harus terpaku kepada sebuah organisasi tertentu. semua organisasi dan lapisan mahasiswa harus ikut terlibat dalam kegiatan dakwah. Maka persepsi yang mengkatakan bahwa dakwah kampus adalah tugasnya organisasi LDK itu adalah persepsi yang salah dan keliru karena siapapun dia dan apapun organisasinya akan memiliki tanggung jawab dan kewajiban untuk berdakwah. Dakwah kampus semestinya harus berjalan secara berkelanjutan dan istiqomah, sehingga objek yang dakwah akan memiliki dampak yang baik. Apapun kendalanya di kampus jangan sampai menghalangi dai untuk menjalankan kewajiban ini secara terus-menerus.

   Dakwah akan tetap selalu berjaya selama dainya tetap berjuang dalam menyampaikan yang benar, namun diiringi dengan pengamalan dan contoh yang baik terhadap objek dakwahnya sehingga tidak menjadi nilai yang hampa dan tidak dihargai. Dan juga selalu konsisten dalam menjalankannya.


(Afdal Zikri, mas'ul Komda FDI 2016/2017)

Komentar