Metode Dakwah dalam Islam
Sebelum berbicara tentang
metode dakwah lebih jauh, sebaiknya kita harus mengetahui terlebih dahulu apa
arti metode dakwah. Agar nantinya pemahaman kita terhadap dakwah lebih terarah
tidak meyeleweng kemana-mana.
Kata “Metode” kalau kita lihat
dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi ke-5 berarti “cara kerja yang
bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang
ditentukan”. Bisa kita katakan bahwa metode adalah cara untuk mencapai suatu
tujuan dengan mudah dan tersistem.
Sedangkan kata “dakwah”
berasal dari bahasa arab, yaitu دَعَا – يَدْعُو - دَعْوَةً yang mempunyai makna mengajak, menyeru,
dan mengundang. Di dalam kitab المدخل إلى علم الدعوة
disebutkan bahwa dakwah adalah menyampaikan, mengajarkan, dan
mengaplikasikan ajaran Islam kepada masyarakat dalam kehidupan sehari –hari.
Jadi metode dakwah adalah
cara cepat, mudah, dan sistematis untuk menyampaikan ajaran Islam kepada
masyarakat.
Dakwah adalah salah satu
perbuatan ibadah yang dapat mendekatkan diri kepada Allah swt. dakwah merupakan
amal ibadah yang paling baik untuk umat Islam, Allah swt berfirman dalam surah فصلت ayat 33 :
وَمَنْ
أَحْسَنُ قَوْلاً مِّمَّن دَعَآ إِلَى اللهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِى
مِنَ الْمُسْلِمِينَ
“Siapakah yang lebih baik
perkataannya daripada orang yang menyeru menuju Allah, mengerjakan amal yang
shalih dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”.
Tidak bisa kita pungkiri
bahwa Allah swt. telah menciptakan kebaikan dan keburukan di muka bumi ini.
Allah juga menciptakan iman dan kufur dan beserta para pelakunya.
Mungkin di antara kita ada yang pernah
berfikir kenapa Allah menciptakan kejahatan dan keburukan di muka bumi ini.
Kenapa Allah tidak menjadikan semua orang beriman dan melakukan kebaikan saja.
Ingatlah bahwa ini adalah
dunia bukan surga. Dunia adalah tempat ujian, tempat yang penuh aturan, tempat
permainan dan hiburan sementara, dan di samping itu juga dunia adalah tempat
untuk bercocok tanam amal kebaikan. Dan sekali lagi itulah dunia.
Allah ingin menguji hambanya, siapakah manusia
yang terbaik dan sanggup menjalani ujian dunia ini dengan sabar dan yang nantinya dia akan mendapatkan
kebahagian yang sebenarnya di akhirat kelak.
Tetapi banyak yang tidak sadar akan itu semua, mereka beranggapan bahwa hidup
hanya sekali maka kejarlah dunia. Kejarlah cita-cita setinggi langit. Dan
bersenang-senanglah tanpa perlu memperhatikan setelah itu ada alam lain yang
harus kita lewati bersama, yaitu alam akhirat.
Sebagai manusia biasa yang berpotensi
melakukan hal yang benar dan hal yang salah. Maka harus ada yang selalu mengingatkan
kebenaran ketika sedang melakukan kesalahan, harus ada yang mengajak kebaikan
ketika ada yang mulai melakukan kajahatan, dan harus ada yang meluruskan kekeliruan
ketika mulai melenceng. Salah satu cara untuk melakukan itu semua adalah
“Dakwah”. Harus ada yang mengemban amal mulia itu.
Kembali kepada metode
dakwah, Islam sendiri mengajarkan bagaimana metode berdakwah. Sebagaimana
diketahui, Islam tidak akan pernah terlepas dari Al Quran dan As Sunnah. Telah
disebutkan cara berdakwah menurut Al Quran, surah An Nahl ayat 125 :
ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ
وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ
أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ.
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan
hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.
Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat
dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat
petunjuk.”
Prof. Quraisy Shihab
menjelaskan ayat ini dengan sangat baik, dia mengatakan bahwa berdakwah itu
harus menyesuaikan dengan kondisi dan kadar pendidikan orang yang dihadapinya.
Jika orang yang dihadapi adalah kaum cendikiawan yang memiliki pengetahuan yang
tinggi dan literatur bacaan yang banyak, maka ajaklah mereka berdialog dan
berdiskusi dengan kata-kata yang bijak. Jika yang dihadapi kaum awam atau bisa
dikatakan mereka yang minim ilmu agamanya, maka ajaklah mereka dengan
memberikan nasehat dan perumpamaan yang sesuai dengan kadar pengetahuan mereka
sehingga mereka sampai kepada kebenaran dan ketenangan. Dan kepada ahl kitab
debatlah mereka dengan logika dan retorika yang halus, melalui perdebatan yang
baik, terhindar dari umpatan dan kekerasan atau kesan memojokkan pihak lawan
sehingga mereka merasa puas dan menerima dengan lapang dada. Setelah itu
serahkan semuanya kepada Allah, karena Allah lebih mengetahui apa yang terjadi
dengan mereka. Tugas pendakwah hanya menyampaikan apa yang harus disampaikan
dan mendoakan mereka semoga mendapatkan petunjuk yang benar, sehingga dapat
mengamalkan ajaran agama dengan baik.
Dalam berdakwah sebenarnya
tidak harus untuk mereka yang mempunyai ilmu agama yang tinggi. Semua ummat
islam bisa melakukan dakwah dalam pengertian saling mengajak kepada kebaikan,
menyeru kepada hal-hal yang positif dan bermanfaat, dan saling menasehati satu
sama lain. Dalam surah Al Maidah ayat 2 disebutkan :
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ
“Dan tolong-menolonglah
kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa..”
Karena inti dari berdakwah
adalah untuk mengingatkan dalam kebaikan dan mendekatkan diri kepada Allah swt.
Karya : Muhammad Thaberani (Pengurus LDKSFDI 2017-2018)
Komentar
Posting Komentar