Beyond Imagination


Seorang anak kecil yang pandai menggambar di paksakan oleh orang tuanya masuk ke Fakultas Engineering Universitas Oxford di USA. Kemudian hidup tanpa kejelasan hingga dia menjadi volenteer pada perang dunia 2 melawan Jepang. Kemudian resign dan terus menggambar hingga kemudian hidup mengembel di dalam loteng sebuah gedung teater.

Kelakuannya seperti anak kecil.
Suka menggambar
Suka bermain
Suka bercanda
Sampai pada suatu saat dia melihat pada zaman revolusi industri di Amerika anak-anak di usia bermainya di pekerjakan secara paksa di Amerika.

Dia kemudian belajar advokasi untuk menuntut hal tersebut, namun sayang karirnya tidak semulus niat mulianya.

Kemudian dia beralih di dunia hiburan animasi untuk anak-anak yang menjadikan tikus sebagai tokoh utamanya animasinya laku keras di bioskop dan mejadi trend.

Sampai akhirnya dia berkecukupan dan bermimpi untuk membuat sebuah taman bermain bagi anak-anak di seuluruh dunia. Bahkan dia yang lansung terjun membangunnya.

Sayang usianya tak sepanjang cita-cita nya

Saat hari peresmiannya, istrinya di tanya oleh wartawan "menurut anda bagaimana perasaan suami ada sekarang." "dia sedang bahagia di surga, dan taman bermain ini sudah ada di imaginasinya jauh sebelum peresmian hari ini".

Dan taman itu menjadi taman bermain idaman anak-anak di seluruh dunia.


Perkenalkan namanya adalah

WALT DISNEY.



Ditulis oleh Syauqi Adiantama


Komentar