Da'wah Masa Kini
Setiap muslim wajib
melaksanakan dakwah Islamiyah, karena merupakan tugas ‘ubudiyah dan
bukti keikhlasan kepada Allah SWT. Pada awal berdakwah, Rasulullah SAW.
melakukannya melalui pendekatan individual yang berkembang menjadi pendekatan
kelompok. Penyampaian dakwah Islamiyah haruslah disempurnakan dari satu
generasi ke generasi berikutnya, sehingga cahaya hidayah Allah SWT takkan bisa
terputus.
Persoalan yang kita hadapi sekarang merupakan tantangan dakwah yang semakin hebat,
baik yang bersifat internal
maupun eksternal. Tantangan tersebut muncul dalam berbagai bentuk. Salah
satunya adalah kegiatan masyarakat modern, seperti halnya dalam sarana hiburan, kepariwisataan dan seni dalam
arti luas, yang semakin membuka peluang munculnya kerawanan moral dan etika.
Kerawanan moral dan etika itu muncul dalam bentuk kemaksiatan yang didukung
oleh kemajuan teknologi. Sudah tidak asing lagi bagi negeri yang kaya akan
kebudayaan ini, khususnya di kalangan para remaja. Semakin berkembangnya
zaman, banyak dari generasi muda yang semakin miskin iman dan ilmu, disebabkan oleh
perkembangan zaman yang membebaskan segala hal tanpa batas.
Dewasa ini, umat
Islam sedang di usik. Melalui sosial media, budaya, ekonomi, maupun politik. Ilmu agama saja tidak cukup untuk mendukung dakwah,
sehingga diperlukan pula berbagai penguasaan dalam ilmu-ilmu teknologi
informasi. Oleh karena itulah sebagai generasi muslim, sudah seharusnya kita
menguasai ilmu yang bersifat dunia untuk mengambil kembali alih dunia dan
memimpin dengan berbekal ilmu pengetahuan dan ilmu agama. Itu sebabnya Allah
dan Rasul-Nya mewajibkan setiap hamba-Nya untuk menuntut ilmu. Semakin banyak
ilmu yang didapat, semakin tinggi kedudukan kita dihadapan Allah dan manusia.
Maka dari itu, generasi muslim perlu memperkuat benteng pertahanan akidah yang
dipadu oleh ilmu dan teknologi.
Proses dakwah tidak lagi terbatas pada
lisan, namun diperluas melalui tulisan, politik, dan ekonomi. Yang jelas, action.
Speak louder than word. Zaman sudah maju dan berangsur-angsur. Ketertarikan masyarakat terhadap orasi, ceramah
atau pidato sudah menurun, sebab
mayoritas masyarakat masa kini lebih sering berinteraksi di dunia maya.
Sehingga dakwah lebih mudah disebarkan melalui media tersebut. Sama halnya dengan
sosial media, masyarakat Indonesia saat ini banyak memperbincangkan masalah
politik dan ekonomi yang menyebabkan masyarakat muslim berpecah belah. Adanya
perpecahan yang disebabkan berbeda pendapat yaitu karena masyarakat satu sama
lain tidak memiliki ilmu yang mumpuni. Banyak masyarakat yang berani berbicara
dengan lantang, hanya saja mereka tidak memiliki ilmu yang cukup dalam
berpendapat. Sehingga ketika mendapat sanggahan dari pihak lain, pihak awal
membalas pendapatnya dengan emosional dan pemikiran sendiri. Dalam hal ini,
generasi muslim berhak melakukan tindakan dengan memberi pendapat yang memiliki
landasan ilmu. bisa juga dengan menyangkut pautkan politik saat ini dengan
politik di zaman salafus shalih. Begitupula dalam masalah ekonomi atau
mengenai bisnis, karena sebenarnya semua permasalahan mengenai politik dan
ekonomi sudah pernah dicontohkan oleh Nabi SAW. berabad-abad yang lalu. Hanya
saja bagaimana negara ini bisa kembali menerapkan metode dakwah Nabi SAW. dalam
hal politik dan ekonomi yang kemudian di seimbangkan dengan keadaan masa kini.
Dalam era globalisasi ini, para remaja dan anak-anak merupakan aset
yang tak ternilai, karena masa depan negara tergantung pada generasi muda saat
ini. Oleh karenanya, merebut remaja Indonesia adalah tugas dakwah Islam jangka
panjang. Mereka wajib diselamatkan dari pengikisan akidah yang terjadi akibat
masuknya nilai-nilai asing ke dalam jantung berbagai komunitas Islam di
Indonesia. Jika anak-anak dan remaja kita memiliki benteng tangguh dalam era
globalisasi dan informasi sekarang ini, Insya Allah pilar-pilar dakwah
akan semakin kuat pada masa kini dan masa yang akan datang.
Ditulis oleh Halwa Hasna Adiba
(Pengurus Syiar LDKS FDI 2019)
Komentar
Posting Komentar